February 18, 2008
Presiden: Beri Pelayanan Publik yang Sama
Presiden: Beri Pelayanan Publik yang Sama
Senin, 18 Februari 2008 | 01:42 WIB
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada aparatur pemerintah untuk senantiasa memberikan pelayanan publik yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat Tionghoa.
Hal ini dikemukakan Presiden dalam sambutannya pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2559/2008 di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Minggu (17/2). Acara diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia.
”Berikan semua kemudahan kepada semua dalam pelayanan, misalnya administrasi kependudukan, perkawinan, keimigrasian, perizinan, dan pelayanan-pelayanan yang lain,” katanya.
”Dua tahun lalu kita telah menerbitkan UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia. UU tersebut di antaranya menempatkan etnis Tionghoa dalam persamaan dan kesetaraan dengan warga negara yang lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Presiden menegaskan, UU itu menjadi jaminan etnis Tionghoa untuk memperoleh perlakuan sama dan kemudahan dalam memperoleh status WNI.
Presiden mengharapkan seluruh rakyat Indonesia belajar dari sejarah sehingga tak akan terjadi lagi konflik horizontal. ”Bangsa kita memang beragam sehingga kemungkinan konflik dan perselisihan selalu ada. Marilah kita kelola dan kita carikan solusi damai tanpa kekerasan,” katanya.
Para pemuka agama dan tokoh masyarakat, lanjut Presiden, hendaknya membimbing komunitasnya dan memberi contoh untuk tidak melakukan kekerasan dan main hakim sendiri ketika kita harus menyelesaikan konflik atau pertentangan yang ada.
”Reformasi, demokratisasi, dan kebebasan tidak identik dengan kekerasan, tidak identik dengan main hakim sendiri, dan tidak identik dengan perilaku yang menebarkan ketakutan pada pihak lain,” ujar Presiden.
Berkat reformasi
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Peter Lesmana melaporkan, perayaan Imlek secara nasional itu merupakan yang kesembilan kalinya berturut-turut sejak tahun 2000.
”Ini semua bisa terwujud sebagai berkah dari reformasi yang terjadi di negeri ini,” ujar Peter Lesmana.
Hadir antara lain Ketua DPR Agung Laksono dan para menteri kabinet. Acara ini juga ditandai penampilan artis penyanyi yang membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin serta pertunjukan wushu dan tarian. (OSD/ANTara)
Kompas








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.