February 14, 2008
SBY Dukung Pengusaha Alihkan Ekspor

Kamis, 14 Feb 2008,
SBY Dukung Pengusaha Alihkan Ekspor
Dari Amerika ke Tiongkok
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengizinkan pengusaha mengalihkan tujuan ekspor dari Amerika Serikat yang sedang mengalami resesi ekonomi ke Tiongkok. Hal itu dilakukan untuk mengejar target pertumbuhan ekspor tahun ini sebesar 14,5 persen.
"Perkembangan ekonomi dunia tidak equal (sama), seperti halnya Amerika Serikat yang barangkali mengalami resesi (saat ini)," kata SBY usai rapat koordinasi terbatas (Rakortas) kabinet di Departemen Perdagangan kemarin (13/2).
Resesi ekonomi berpotensi menurunkan ekspor Indonesia ke AS. Karena itu, menurut SBY, tidak tertutup kemungkinan ada peluang-peluang baru di negara lain (sebagai tujuan ekspor). Sebagai contoh, perdagangan Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang tumbuh pesat. Untuk itu, perlu dicari peluang yang lebih besar untuk meningkatkan ekspor ke RRT. "Kita akan proaktif untuk mensubstitusi peluang baru di negara lain di pasar global," ungkapnya.
SBY mengakui, pertumbuhan ekspor Indonesia pada 2007 banyak ditolong oleh kenaikan harga komoditas di tingkat dunia. Namun, dia berharap hal itu tidak menghilangkan peluang meningkatkan volume ekspor. Departemen Perdagangan (Depdag) diminta tetap fokus meningkatkan volume ekspor dengan ekspektasi perkembangan harga yang ada.
Menanggapi kemungkinan harga dunia turun, SBY membantah. "Tahun ini belum ada tanda-tanda harga dunia cepat turun, sehingga ekspor komoditas kita tetap aman," tegasnya.
Menurut SBY, perlambatan ekonomi global berdampak pada tingkat nasional yang akhirnya mengganggu perdagangan. Untuk itu, pihaknya berharap nilai tukar rupiah bisa dijaga dalam tingkat yang pas buat eksporter dan importer. Selain itu, banyak hal yang harus diperbaiki di dalam negeri. Misalnya, high cost economy, prosedur yang bertele-tele maupun penyimpangan di pusat maupun daerah. "Banyak yang harus terus diperbaiki agar kita tidak merugi di negeri sendiri," ujarnya.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan, target ekspor 2008 tetap dipertahankan pada angka 14,5 persen. Target itu sudah memperhitungkan rencana revisi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6 hingga 6,8 persen, laju inflasi 6-7 persen, dan pertumbuhan investasi 12-16 persen. "Juga telah memperhitungkan proyeksi penurunan permintaan pasar akibat resesi ekonomi di Amerika Serikat yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi global," lanjutnya.
Untuk meningkatkan ekspor 2008, Depdag akan memprioritaskan pada 10 produk utama, 10 produk potensial, dan tiga produk jasa prospektif, yaitu desain, informasi teknologi (IT), dan konstruksi.
Kesepuluh produk utama tersebut ditargetkan tumbuh 9,1 persen dari USD 44,7 miliar pada 2007 menjadi USD 48,8 miliar pada 2008. "Dengan perkiraan kontribusi terbesar berturut-turut komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT), elektronika, sawit dan produk sawit, karet dan produk karet, serta otomotif," lanjutnya. (wir/tom)
Jawa Pos








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.