Amazon.com Widgets

February 25, 2008

22% Susu Formula dan 40% Makanan Bayi Tercemar E Sakazakii

Get the Flash Player to see this player.

 

 22% Susu Formula dan 40% Makanan Bayi Tercemar E Sakazakii      
Senin 25 Februari 2008, Jam: 14:18:00    

JAKARTA (Pos Kota)- Hati-hati memberikan susu formula pada bayi dan balita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor, ditemukan 22,73% susu formula dari 22 sampel dan 40% makanan bayi dari 15 sampel yang diteliti terbukti mengandung Enterobacter Sakazakii. Bakteri ini dapat menyebabkan enteritis (peradangan saluruan cerna), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak).

Itu sebabnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib meminta agar orangtua membatasi pemberian susu formula ini pada bayinya. “Utamakan pemberian susu ASI ekslusif selama 6 bulan,” tutur Husniah.

Diakui, kasus terkontaminasinya sebagian besar susu formula dan makanan bayi oleh bakteri E. Sakazakii ini sudah diketahui sejak 2005 dalam pertemuan kesehatan tingkat dunia. Pencemaran terjadi selama proses produksi yang kurang higienis.

“Kami sudah memanggil produsen yang bersangkutan dan meminta agar proses produksi diperbaiki,” lanjut Husniah.
Masalah public warming (peringatan publik), lanjut Husniah memang belum pernah dilayangkan ke produsen susu yang bersangkutan. Karena proses peringatan publik hanya bisa diberikan jika produk mengandung bahan berbahaya seperti zat kimia.

Dr Sri Estuningsih, jurubicara tim peneliti IPB dalam keterangan yang dipublikasikan Kantor Humas IPB, belum lama ini menyebutkan bahwa sampel makanan dan susu formula yang diteliti berasal dari produk lokal. Tim tersebut terdiri dari staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB, yakni drh Hernomoadi Huminto MVS, Dr drh I Wayan T. Wibawan, dan Dr Rochman Naim.

Menurut Sri Estuningsih, penelitian itu dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi "E.sakazakii" dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi.

Selanjutnya pada tahap kedua, menguji 12 isolat "E.sakazakii" dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa susu formula dan makanan bayi yang diteliti mengandung E. Sakazakii.

Ia menyatakan, amat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengonsumsi produk tersebut. Sri Estuningsih secara pribadi telah melihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia.

"Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedur perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut," tandasnya.
(inung)

Pos Kota Online

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://hotinfo.jawabali.com/kesehatan/22-susu-formula-dan-40-makanan-bayi-tercemar-e-sakazakii-40/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.