February 10, 2008
Kematian Saksi Kunci Diselidiki
Kematian Saksi Kunci Diselidiki
Minggu, 10 Februari 2008 | 03:12 WIB
Sleman, Kompas - Saksi kunci dalam kasus pencurian arca di Museum Radya Pustaka Solo, Lambang Babar Pramono (57), Sabtu (9/2) pagi, meninggal setelah ditemukan dalam kondisi kritis di tepi jalan lingkar utara, tepatnya di Jalan Pandega Padma, Sleman, DI Yogyakarta.
Jenazahnya sudah diotopsi di RSUP Dr Sardjito, namun polisi belum bisa memberikan kepastian penyebab kematiannya, apakah murni kecelakaan atau ada penyebab lain.
Otopsi dilakukan karena di kening sebelah kanan Lambang, yang juga Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, ditemukan luka akibat benda tajam. Selain itu, di punggung telapak tangan kiri ada lecet. Saat ditemukan, Lambang mengenakan jaket warna hitam dan celana jins biru.
Lambang meninggalkan seorang istri, Sri Surayati (55), dan empat anak. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Makam Kradenan, Maguwoharjo, Sleman, Minggu pukul 10.00.
Ditemukan di dalam got
Kepala Unit Kecelakaan Kepolisian Resor Sleman Inspektur Dua Budi Santoso mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab kematian Lambang. ”Setelah hasil otopsi diketahui sekitar satu minggu lagi akan diselidiki apakah itu pembunuhan atau kecelakaan lalu lintas atau lainnya,” ujarnya.
Menurut Budi, Lambang ditemukan warga, Sabtu sekitar pukul 04.30, di daerah yang masuk wilayah Kecamatan Mlati. ”Saat ditemukan, korban ada di dalam got atau parit. Posisi tubuhnya tertelungkup, tertindih sepeda motor. Waktu itu korban masih dalam keadaan kritis,” katanya.
Kepala BP3 Jawa Tengah Tri Hatmaji yang menjenguk jenazah korban di RSUP Dr Sardjito menjawab pers mengatakan, Jumat sekitar pukul 22.00, Lambang—yang menjadi saksi ahli kasus penjualan arca Museum Radya Pustaka Solo—baru saja pulang dari studi banding di Jawa Timur. ”Ia sampai di rumah sekitar pukul 23.00,” katanya.
”Sekitar pukul 24.00 Lambang pergi lagi memenuhi undangan perpisahan Kepala Museum Benteng Vredeburg yang bernama Wahyu. Dari acara itu, korban baru pulang sekitar pukul 04.00,” katanya menceritakan.
Ia mengatakan, pihaknya memang selalu berpesan kepada Lambang agar selalu berhati-hati. ”Sebab, permasalahan (kasus pencurian arca) ini sangat pelik dan berat,” kata Tri Hatmaji.
Ditanya, apakah Lambang pernah menyampaikan keluhannya, termasuk tekanan dari pihak lain, Tri Hatmaji mengatakan, ”Ya, tetapi saya tidak berani cerita.”
Tetap berlanjut
Kepala Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Solo Komisaris Besar Lutfi Lubihanto, yang diwakili Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Poltabes Solo Komisaris Syarif Rahman, kemarin di Solo, memastikan penyidikan kasus pencurian arca koleksi Museum Radya Pustaka Solo akan tetap berlanjut. ”Penyidikan akan dilakukan sampai tuntas,” ujarnya.
Lambang adalah salah satu dari pegawai BP3 Jawa Tengah yang menjadi saksi ahli dalam kasus pencurian dan pemalsuan arca koleksi Museum Radya Pustaka dengan tersangka mantan Kepala Museum Radya Pustaka Solo KRH Darmodipuro (Mbah Hadi), Jarwadi, Suparjo (Gatot), dan Heru Suryanto. Berkas perkara keempat tersangka yang merupakan babak pertama penyidikan kasus pencurian dan pemalsuan arca saat ini telah masuk ke pengadilan tinggal menanti hari persidangan. (WER/DYA/WKM/SON)
Kompas








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.