Amazon.com Widgets

March 11, 2008

Pembobol Kartu Kredit Raup Rp 30 Triliun

buaya darat kartu kredit.jpg

Pembobol Kartu Kredit Raup Rp 30 Triliun
Selasa, 11 Maret 2008 | 22:41 WIB

JAKARTA, SELASA- Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memperkirakan, kerugian yang ditimbulkan oleh sindikat pemalsu kartu kredit yang dipimpun Mr Simon Woon alias Ciement, alias Ong Seng Chye mencapai Rp 30 triliun lebih.

Angka tersebut dihitung dari asumsi jumlah kartu kredit palsu yang beredar dan dipergunakan oleh anggota sindikat. Sementara otak sindikat pemalsu kartu kredit ini, Mr Simon, sampai saat masih buron. Diduga ia sudah melarikan diri ke tanah kelahirannya di Malaysia.

"Tersangka utamannya masih buron. Kita sudah koordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia untuk menangkap DPO Simon alias Ong Seng Chye. Diduga ia berada di Malaysia," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira, Selasa (11/3).

Menurut keterangan Abubakar, kejahatan pemalsuan kartu kredit yang diotaki Mr Simon ini merupakan kejahatan dengan modus paling lengkap yang pernah diungkap oleh kepolisian di dunia.

"Pengakuan dari Risk Director Visa South Asia and South East Bank Mr Murugesh Khrisman, ini adalah kejahatan dengan modus paling lengkap. Lingkup modusnya multi aspek, yakni mulai menggunakan jaringan dalam pencurian data bank, penadah curian, pembuatan di pabrik kartu kredit palsu, pencetakan kartu palsu, hingga menggunakannya di merchant," jelas Abubakar.

Abubakar juga mengungkapkan adanya indikasi transaksi kartu kredit palsu ini dipakai oleh para pelaku jaringan narkoba. "Kita sebenarnya sudah mengembangkan untuk mengungkap jaringan kartu kredit palsu ini sejak 2006 lalu saat para pelaku narkoba yang dijaring di Surabaya ditemukan memiliki dan menggunakan beberapa jenis kartu kredit palsu," katanya.

Hanya saja langkah Polri ini selalu mengalami kendala. Jaringan ini menggunakan sistem sel terputus, sehingga selalu menemui jalan buntu. Baru pada 24 Januari 2008 lalu saat melakukan penggrebekan pesta narkoba di kamar 208 F Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta Utara, dapat ditangkap delapan anggota sindikat pemalsu kartu kredit.

"Dalam penggrebekan itu kita temukan 7.600 kartu kredit palsu, bahan baku pembuatan kartu kredit, berbagai mesin press untuk membuat kartu kredit palsu, laptop, PC Komputer, USB, disc yang berisi data pemegang kartu kredit yang akan dipalsukan. Penangkapan ini langkah awal untuk membongkar jaringan pemalsu kartu kredit," ungkap Abubakar.

Dari penangkapan itu, kemudian berkembang ke tersangka lain dan berhasil digulung 14 orang anggota pemalsu kartu kredit. Hanya saja otaknya sampai sekarang belum berhasil dibekuk. Ia bersembunyi di tempat kelahirannya.

Ke-14 tersangka tersebut, dua diantaranya ditenggarai sebagai pelaku utama, yakni Subowo Purnomo alias Erwin, dan Kawi Rachmat. Lima orang lagi ditenggarai sebagai pencuri data, yakni Apriadi, Iwan Setiawan, Hendra, Ansori, dan Ade. Sementara sebagai pembuat kartu kredit ada dua orang, yakni Arco dan Jerry. Lima orang sisanya, yakni M Rizal, Antonius, Kiki, Ferry Salim, dan Otek, diduga sebagai pengedar kartu kredit palsu. (Persda Network/sugiyarto)


Kompas

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://hotinfo.jawabali.com/kriminal/pembobol-kartu-kredit-raup-rp-30-triliun-56/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.